Tim Ini Dituntut Developer Riot LOL

Tim ini dituntut developer
Tim ini dituntut developer

Tim ini dituntut developer. Developer League of Legends, Riot Games baru saja melayangkan tuntutan kepada tim organisasi CS: GO, Riot Squad. Karena dianggap menggunakan nama yang mirip dan terdaftar merek dagangnya dalam berbagai alat promosi dan branding tim tersebut.

Riot Games telah mendaftarkan nama ‘Riot’ dan ‘Riot Games’ sebagai merek dagang miliknya yang digunakan dalam gim dan esports. Perusahaan ini menuntut manajemen dan staff Riot Squad karena telah mengekploitasi nama mereka untuk mendapatkan uang.

Tim ini dituntut developer

Dalam dokumen tuntutan mereka, Riot Games mengatakan bahwa Riot Squad secara tidak adil dan tanpa dasar hukum telah mengeksploitasi nama brand RIOT. Untuk kepentingan penjualan, iklan, serta promosi dari tim esports yang menjuluki diri mereka ‘founded by gamers, for gamer’.

Baca juga: Bigetron RA Ambruk di Pekan Keempat PMCO SEA League

Riot Games menganggap tim esports ini berharap bisa menciptakan konotasi hubungan dengan mereka dari pengunaan nama yang sama dan membuat konsumen berpikir Riot Squad disponsori atau milik developer League of Legends. Perusahaan milik Tencent ini juga meminta pengadilan California untuk menyuruh Riot Squad menghancurkan semua produk dan barang, terutama materi promosi yang menggunakan nama ‘Riot’.

Tim Ini Dituntut Developer Riot LOL

Riot Squad sendiri memang masih tergolong baru, tim ini dibentuk pada bulan Maret 2019 oleh Robert Harden dan Anthony Santiesteban. Namun, meski baru berusia 8 bulan, sosial media Twitter Riot Squad sudah memiliki 8133 followers.

Selain CS: GO, organisasi esports asal Chicago ini juga memiliki divisi lain mulai dari Fortnite, Apex Legends, PUBG, Rainbow Six Seige serta Kristin ‘Chibi’ Stein dan Taylor ‘THump’ Humphries sebagai roster streamer.

Tim ini dituntut developer

Masalah penggunaan nama yang sama dalam aktivitas bisnis memang bukan masalah sepeleh. Terdapat kemungkinan bahwa penggunanya bisa melakukan aktivitas kejahatan. Yang berpotensi merusak brand tersebut dan pemilik nama mereka dagang harus bertanggung jawab.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*