Siren Esports Anti Angela dan Natalia

Siren Esports Anti Angela dan Natalia
Siren Esports Anti Angela dan Natalia

Siren Esports Anti Angela dan Natalia – Siren hampir selalu melakukan ban kepada Angela dan Natalia pada grand final MDL Season 2. Siren Esports baru saja menjuarai MDL Season 2. Mereka berhasil mengalahkan tim unggulan pertama sekaligus juara reguler season, RRQ Sena 3-1.

Pada Grand final yang hela Minggi (11/10), Siren memang terlihat lebih siap mental Mereka terlihat rapi dan tanpa tekanan. Berbeda dengan gd lotto RRQ Sena yang memang unggulkan menjadi juara awal. Performa mereka tak sebaik biasanya dan terus tertekan.

Salah satu hal yang terbilang aneh adalah RRQ Sena jarang melakukan ban kepada Harith, hero signature dari Altamiz. Terbukti Siren tiga kali memainkan Harith.

Siren Esports Anti Angela dan Natalia

Berbeda dengan Siren yang memang fokus tidak mau menghadapai hero-hero tertentu. Dari empat game yang dimainkan, Siren selalu melakukan ban kepada Angela dari Bless yang memang menjadi senjata RRQ.

Baca juga: Hero Populer Dengan Winrate Terkecil Pada Musim Reguler MPL

Tak hanya Angela, Siren juga memben Natalia. Setelah laga, Altamiz mengku salah satu kunci juara Siren adalah tidak melawan dua heri ini. “Ga ada kunci khusus. Sebenarnya¬† joker123 yang kami takuti adalah malah hero Angela atau Natalia. Malas melawan hero seperti itu.

RRQ bahkan 4 game sebelumnya pakai Angela terus, makanya kami respek saja dengan mereka terus,” katanya saat wawancarai pihak MDL. “Saat ini sedang terpuruk kami sadar main kurang baik. Terus kami semakin memperbanyak main. Dari pagi sampai 12 malam. Jadi seperti sekarang,” tambah dia.

Tiga kali pakai Harith, Altamiz jadi MVP

Siapa bilang Harith sudah tak terpakai lagi? Ibnu shabri “Altamiz” membuktikan bahwa Harith masih menjadi core yang sangat GG pada Mobile Legends saat ini. Harith memang hero signature dari core Siren Esports itu.

Baca juga: Alasan R7 Dapat Predikat Offlaner Mobile Legends Terbaik

Sebelum bermain pada grand final, rekor Harith dari Altamiz mencapai 100 persen dalam enam game. Tak kaget jika Harith kerap ter-ban lawan ketika live22 mereka menghadapai Siren. Namun, menariknya, RRQ Sena tidak melakukan respek ban kepada hero ini. Tak ayal dari empat game yang ia mainkan, Siren berhasil mengambil Harith tiga kali.

Menjadi sembuah keniscayaan ketika seorang player akan naik mental dan kepercayaan dirinya ketika beri hero yang paling ia andalkan. Itulah yang mungkin rasakan Altamiz. Memang harith kalah saat pertama kali turun pada game kedua grand final, tapi saat itu ia sudah sangat menggendong. Sampai akhirnya pada game ketiga dan keempat Harith dari Altamiz benar-benar menggila.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*