Pemain Profesional League of Legends Asal Cina Ini Terkena Potong Gajih Akibat Toxic

Pemain Profesional League of Legends Asal Cina Ini Terkena Potong Gajih Akibat Toxic

Pemain profesional league of legends asal cina ini terkena potong gajih akibat toxic. Tim di liga profesional League og Legends di Cina, LPL [ League of Legends Pro League], Edward Gaming memberikan sebuah pengumuman mengejutkan terkait salah seorang pemain yang dinaungi oleh organisasi tersebut. Pengumuman tersebut berisis tentang tindakan disiplin yang diambil oleh Edward Gaming selaku organisasi terhadap Aodi, toplaner mereka terkait masalah perkataan kasar di dalam permainan.

Pemain Profesional League of Legends Asal Cina Ini Terkena Potong Gajih Akibat Toxic

EDG mengumumkan lewat akun Weibo, media sosial semacam Twiter yang populer di Cina. Dalam keterangan yang berhasil diterjemahkan link alternatif joker123 oleh reporter Korizon Esport, Kevin Kim, Edward Gaming akan memberikan hukuman penalti berupa pemotongan 1 bulan gaji untuk Aodi. Berdasarkan Kevin Kim, mereka juga memotong segala jenis bonus maupun insentif untuknya dalam satu bulan tersebut.

baca juga: PB Garena Tidak Mengecewakan

Di dalam tim tersebut terdapat seorang pemain profesional League of Legends di liga Korea yaitu keria yang saat ini bermain untuk DRX [Sebelumnya Kingzone Dragonx]. Kebetulan saat itu Keria sedang melakukan siaran secara langsung.

Pemain Profesional League of Legends Asal cina Terkena Potong Gajih Akibat Toxic

Lalu ketika permainan berlangsung, ada kejadian di mana Aodi meminta bantuan Keria untuk menolongnya bertarung 2 vs 2 melawan tim lawan. Namun Keria live22 slot yang saat itu bermain sebagai jungler sedang membantu midlanernya untuk mengamankan buff. Selanjutnya Aodi yang kesal mulai mencurahkan kekesalannya di chat dengan perktaan-perkataan yang tidak pantas dan kasar seperti I give you mom die ataupun FK yuo. Selanjutnya Aodi mengatakan FF GO sebelum akhirnya menginisiasi untuk menyerah.

Hal ini mendapatkan respon keras dri komunitas esport Korea yang menyayangkan hal tersebut terjadi dan terlebih kepada pemain kesayangan mereka. Oleh sebab itu, EGD sebagai organisasi langsung mengambil keputusan cepat dan menghukum Aodi. sebagai update terbaru, pihak LPL juga memberikan denda terhadap Edward Gaming selalu organisasi karena lalai akan perilaku pemainnya.

Tim ini didenda sebanyak 20.ooo Yuan atau sekitar 42 juta Rupiah. Aodi saat ini merupakan pemain top lane cadangan untuk Edward Gaming. Setelah insiden yang tidak profesional ini dia mungkin tidak akan lagi bermain di sisa pertandingan dari LPL Summer Split 2020. Berlaku Toxix di permainan manapun tentu saja tidak bisa diterima. Perkataan atau perlakuan kasar dalam geme seharusnya tidak dilakukan oleh siapapun itu. EGD yang dengan tegas memberikan hukuman bisa kita jadikan contoh bagaimana seharusnya ketoxian ini harus diatasi.

Dan wajib diingat nih Sobat Esports, di game apapun, di level tingkatan apapun, berlaku toxix tidak akan pernah dibenarkan. Sebaliknya kita berlaku suportif untuk membuta lingkungan game dan esports yang lebih nyaman bagi semua pihak.

 

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*