Kebijakan Baru Donald Trump Buat Gamer Amerika Panik, Kenapa Yah?

Kebijakan Baru Donald Trump Buat Gamer Amerika Panik, Kenapa Yah?

Kebijakan baru donald trump buat gamer amerika panik, kenapa yah? Belum lama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan kebijakan yang melarang transaksi dan penggunaan beberapa aplikasi keluaran perusahaan besar Cina. Salah satu produk yang paling disorot oleh Trump adalah Tik Tok dan WeChat.

Kebijakan Baru Donald Trump Buat Gamer Amerika Panik, Kenapa Yah?

Kebijakan Baru Donald Trump Buat Gamer Amerika Panik, Kenapa Yah?

Reporter khusus Gedung Putih Andrew Feinberg mengungkap dokumen pengesahan kebijakan eksekutif tersebut berupa arahan untuk semua pemerintahan federal yang berlaku 45 hari. Nama Tencent awalnya ikut terseret dalam pelarangan namun kemudian diklarifikasi kalau pelarangan Trump hanya mengikat Tim TOK dan WeChat saja.

Komunitas gamer di sana pun sempat panik ketika sang Presiden mengeluarkan kebijakan seperti ini. Terkait pelarangan mikro transaksi, joker123 pemain takut kehilangan layanan berlangganan yang sudah terlanjur mereka setuju atau tak lagi bisa membeli item-item in-game.

Tencent sendiri punya banyak keterlibatan dalam industri game di Ameika Serikat. Mereka merupakan pemilik dari beberapa studio game besar seperti Riot Games, Funcom, Grinding Gear Games bahkan punya saham di Efic Games, Ubisoft, Supercell dan Activision Blizzard.

Los Angeles Times

Reporter dari Los Angeles Times, San Dean mengklarifikasi kemudian kalau sumber dari Gedung Putih mengatakan perusahaan video game yang dimiliki oleh Tencent tidak akan terpengaruh kebijakan eksekutif Donald Trump. Untuk sesaat, komunitas gamer di sana bisa bernafas lega, live22 login tapi dengan kebijakan tiba-tiba yang kerap Presiden mereka keluarkan, bukan berarti situasi bakal aman di masa mendatang.

baca juga: Stress Saat Bermain Game? Ini Solusi Mengatasinya

Kebijakan ini mungkin terpengaruh oleh situasi politik yang memanas antara Presiden Trump dengan Cina. Kedua pihak kerap jadi pemberitaan terkait konflik sanksi yang diberikan kepada beberapa individu pemerintahan asal Cina. Sementara perwakilan negeri Tirai Bambu menilai keputusan Donald Trump merupakan bentuk intervensi atas urusan Cina.

Dikutip dari Bloomberg, saham Tencent di Bursa Hong Kong merosot 4,8 persen ke leven 502 dolar Hong Kong pada perdagangan hari ini, Senin [10/8/2020]. Dengan pelemahan ini, secara kumulatif dalam dua hari perdagangan terakhir saham Tancent ambles 9,6 persen, terburuk sejak Oktober 2011.

Padahal selama 4 bulan terakhir, saham Tencent berada pada zona hijau dengan kumulatif penguatan mencapai 70 persen dan mencapai rekor baru. Penguatan ini membuat Tencent menjadi perusahaan teknologi Asia dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Tencent

Pelemahan harga saham Tencent ini disebabkan oleh keputusan Ameika Serikat yang melarang segala jenis hubungan bisnis warganya dengan aplikasi WeChat. Aplikasi ini merupakan salah satu lini bisnis andalan yang dimiliki Tencent.

Sejalan dengan pelemahan Tencent dan saham-saham teknologi lainnya, membuat Hang Seng Index merosot hingga 3,6 persen pada hari ini. Indeks Chinext di Bursa Shanghai juga mengalami tren yang sama dengan pelemahan hingga 2 persen.

Memanasnya hubungan Amerika Serikat dan China kini membuat investor khawatir atas damapak geopolitik terhadap ekonomi dan pasar. Selain larangan WeChat, Trump juga menandatangani perinta untuk mencegah pendududk AS melakukan bisnis dengan aplikasi Tik Tok milik ByteDance Ltd.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*