Gulid Esports Eksploitasi Bug, Tim Milik Beckham ini Terkena Diskualifikasi

Gulid Esports Eksploitasi Bug, Tim Milik Beckham ini Terkena Diskualifikasi
Gulid Esports Eksploitasi Bug, Tim Milik Beckham ini Terkena Diskualifikasi

Gulid Esports eksploitasi Bug, tim milik Beckham ini terkena diskualifikasi. Guild Esports menerima keputusan live22 diskualifikasi dari VALORANT First Strike: Europe playoffs setelah dilaporkan melakukan eksploitasi bug. Ketika pertandingan melawan G2 Esports 13 November lalu. Guild Esports memenangkan pertandingan pada map tersebut dan menyingkirkan G2 Esports. Namun karena insiden ini, G2 Esports mengambil tempat mereka dan melaju ke babak selanjutnya.

Insiden ini terjadi karena dalam salah satu ronde, Guild Esports memanfaatkan bug yang mana mereka menempatkan tembok milik Sage berada di atas Turret milik Killjoy dan menaikkan 1 atau dua orang di atas temboknya.

Baca Juga : Update Valorant Terbaru Ini, Riot Bereskan Bug yang Buat Player Kesal

Strategi ini mereka gunakan pada sisi bertahan map Ascent dalam Site B. Pemain yang terkena ‘boosting’ bisa melihat lawan lewat jendela pada site B dan bisa menebak lawan yang ada pada pintu masuk ke B.

Gulid Esports Eksploitasi Bug, Tim Milik Beckham ini Terkena Diskualifikasi

Gulid Esports Eksploitasi Bug, Tim Milik Beckham ini Terkena Diskualifikasi

Strategi ini merupakan tindakan ilegal oleh pembuat turnamen sehingga membuat Guild harus merelakan kemenangan mereka dan gugur dari kualifikasi tersebut. Riot selanjutnya membuat pengumuman resmi mengenai hal ini.

Mereka mengatakan bahwa hal tadi tidak boleh para tim lakukan dalam kompetisi profesional. Pada akhirnya G2 menang dan mengamankan posisi joker123 dalam First Strike Eropa. Guild Esports pada sisi lainnya masih bisa mengikuti kualifikasi selanjutnya namun harus mulai dari awal lagi.

Kejadian ini merupakan pertama dalam sejarah VALORANT Esports, yang mana sebuah tim terkena diskualifikasi. Tetapi tim G2 Esports juga mendapatkan kritikan karena mereka juga melanggar sebuah peraturan yaitu menggukan skin Elderflame Vandal. Skin tersebut tidak boleh mereka gunakan dalam  turnamen.

Karena ada bug yang mana jika seseorang mengambil senjata ini dari pemain yang sudah tewas, maka akan ada suara naga berulang-ulang sampai game selesai. Meski begitu, G2 nampaknya tidak mendapatkan hukuman apapun atas pelanggaran tersebut.

Baca Juga : Valorant Masuk Kata Kunci Paling Trending Pada Tahun 2020 ini!

Pendapat komunitas, sanksi yang berlebihan

Pada kolom balasan Twitter resmi VALORANT, banyak dari komunitas yang menyayangkan keputusan ini. Mereka merasa bahwa ini bukanlah bug serius. Buktinya pihak Riot Games tidak memperbaikinya selama ini.

Bug ini sudah ada dalam game sejak perilisan Killjoy atau sekitar 3 bulan lalu. Mereka lebih setuju jika Guild Esports mendapatkan peringatan keras ataupun pertandingan ulang. Meski begitu, keputusan resmi tersebut tidak bisa diganggu gugat.

Hingga saat ini bug tersebut masih ada dan sering terpakai pada berbagai agen togel pertandingan tanpa ada usaha dari Riot untuk menghilangkannya. Jika memang hal ini merupakan hal yang serius, keacuhan Riot untuk memperbaiki bug ini telah menghasilkan keputusan yang tidak adil untuk Guild Esports.

Tim ini patutnya memang layak menang atas G2 dalam pertandingan tersebut terlepas dari 1 ronde yang Gulid Esports eksploitasi Bug tersebut. Bagaimana menurut pendapat kalian Sobat Gamers?

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*