Cerita Awal Karier BnTeT Jadi Pro Player, Sempat Ditentang Orangtua!

Cerita Awal Karier BnTeT Jadi Pro Player, Sempat Ditentang Orangtua!
Cerita Awal Karier BnTeT Jadi Pro Player, Sempat Ditentang Orangtua!

Cerita awal karier BnTeT alias Hansel Ferdinand pada dunia esports CS:GO live22 pastinya bikin banyak anak muda termotivasi. Enggak cuma berprestasi pada satu negara, bahkan BnTeT kini sedang bergelut pada esports Amerika bersama tim asing, Gen.G. Kalian mungkin ada yang berpikir, “Kok bisa sukses, ya?”

Mungkin kalian juga berpikir bahwa perjalanan Hansel ‘BnTeT’ pada dunia esports sangat mulus. Padahal ya, enggak juga.

Pada salah satu kesempatan tanya-jawab bareng BnTeT, pastinya kami enggak lupa nanyain gimana awal kariernya. Gimana tanggapan orangtua Hansel sewaktu ia memutuskan untuk berkarier di luar negeri? Apalagi nih gaes, tempat yang BnTeT tuju enggak dekat sama sekali. Penasaran? Simak cerita Hansel berikut ini.

Baca Juga : Tengok Skin MLBB Ketiga Dari Edisi Starlight Neon Lightwheel

Cerita Awal Karier BnTeT Jadi Pro Player, Sempat Ditentang Orangtua!

Sempat Bikin Orangtua Khawatir

Cerita Awal Karier BnTeT Jadi Pro Player, Sempat Ditentang Orangtua!

Karier Hansel pada awalnya juga enggak mulus. Meski dulunya udah bergabung dengan tim esports CS:GO Indonesia, Ia tidak langsung mendedikasikan seluruh hidupnya pada dunia ini. Hanya, bidang ini tidak cuma teranggap sebagai hobi semata, BnTeT joker388 menekuni esports CS:GO sampai sempat bikin orangtuanya khawatir.

“Awalnya keluarga saya memang cukup khawatir dan kurang mendukung karena saya menghabiskan banyak waktu dengan komputer. Dulu setiap pulang sekolah, sampai rumah langsung main komputer. Tiap weekend udah pasti ke warnet bareng temen atau bareng kakak saya.”

Tuh gaes, pro player kelas dunia aja awalnya enggak terdukung sama orangtuanya. Ia mengawali kariernya tepat pada masa esports masih teranggap negatif oleh masyarakat. Apalagi main game dulunya cuma bisa terlakukan dengan komputer. Beda banget ya, sama zaman mobile sekarang.

Meskipun sangat menyukai game CS:GO Ia tidak juga mengabaikan pendidikan. Ia enggak langsung terpikat untuk menghabiskan waktu seharian dengan bermain game. Sepulang sekolah, waktu yang ia siapkan untuk game FPS kesukaannya.

Jadi, walau Ia main CS:GOnya jago banget, sekolahnya juga tetap jalan, gaes. Panutan banget, ya!

Baca Juga : 5 Mage Mobile Legends Terbaik pada Bulan Ini, Alice Tetap Kuat!

Tawaran dari Tyloo China

Cerita Awal Karier BnTeT Jadi Pro Player, Sempat Ditentang Orangtua!

BnTeT mengaku bahwa bidang ini justru teranggap serius sejak ia dapat tawaran dari Tyloo. Itu artinya, meski udah bermain pada tim esports Indonesia, Hansel masih memikirkan kemungkinan lain selain esports.

“Dulu pas pertama kali mulai serius menggap ini pekerjaa, pas join Tyloo. Dan semenjak pada offer Tylo, saya mulai meyakinkan orangtua saya bahwa esports itu besar, enggak cuma bermain game, bisa terjadikan pekerjaan.” Hansel menceritakan bagaimana tanggpan orangtua tentang pilihannya.

Tyloo adalah sebuah organisasi esports yang cukup besar pada China bahkan pada Benua Asia. Sebagai pro player CS:GO Indonesia, terlirik oleh tim papan atas Asia tentunya bukan sesuatu prediksi togel yang gampang.

BnTeT meyakini bahwa ini bukanlah kesempatan yang datang dua kali. Apalagi sebagai seorang pemain, berkompetisi pada ekosistem yang lebih besar tentunya jadi impian hampir semua pro player, kan? Atas keputusan Hansel untuk berkarier pada esports China, orangtuanya hanya bisa mencoba untuk percaya dan mendukung.

Toh sejak awal ia menunjukkan ketertarikan besar terhadap game, BnTeT juga menunjukkan niat yang enggak tanggung. Apalagi, pro player satu ini juga membuktikan bahwa ia bisa bertanggung jawab terhadap hidupnya sendiri.

“Emang saya bener-bener hobi dari dulu main CS:GO. Lebih ke passion sih, bukan hobi lagi. Jadi ya, orangtua udah mendukung banget sekarang dan saya bersyukur banget sih,” Hansel menjelaskan pandangan orangtuanya yang sudah berubah.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*