BOOM Esports Penguasa Tunggal Predator League

predator league
predator league

Predator League 2020 akhirnya resmi menemukan wakil Indonesia yang akan bertanding di Manila, Fillipina. Mempertandingkan game Dota 2 dan PUBG PC, kompetisi ini diadakan selama 3 hari (17-19 Januari) di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Dari Dota 2, BOOM Esports sukses menjadi pemenang setelah mengalahkan PG.Barracx dengan skor 2-1. Kemenangan ini menjadi gelar juara ketiga secara beruntun di ajang Predator League. Sebelumnya BOOM berhasil menjadi juara di tahun 2018 dan 2019 dan mewakili Indonesia untuk berlaga di ajang Asia Pacific.

Baca juga : Indoesports League CS : GO Season 4 Akan Datang

Sebelum mencapai Grand Final, BOOM yang baru saja melepas pemain bintangnya, Inyourdream berhasil mengalahkan Team Wolf dan Breakbeat Squad.

predator league

Memulai game pertama, BOOM memakai kombo Drow Ranger dan Shadow Fiend. Sedangkan PG.Barracx memilih mengambil Meepo ketika last pick. Namun, PG.Barracx dengan strateginya tidak berjalan sesuai rencana dan akhirnya harus takluk di game pertama yang berlangsung selama 28 menit.

Permainan agresif dari Tri “Jhocam” Kuncoro yang menggunakan Rubick sukses membawa PG.Barracx mendominasi di game kedua. Meski sempat terkena teamwipe, namun Barracx sukses memaksa hadirnya game ketiga setelah pertarungan sengit selama 44 menit.

BOOM Esports Penguasa Tunggal Predator League

BOOM secara mengejutkan memilih Riki yang dipercayakan ke Randy “Dreamocel” Sapoetra sebagai carry. BOOM sukses membuktikan pick mereka dengan mengeksekusi teamfight yang berkali-kali berjalan baik. Akhirnya, mereka mengamankan game ketiga, menaklukan PG.Barracx sekaligus menjadikan mereka wakil Indonesia di Predator League untuk kali ketiga.

Baca juga : Telkomsel Gelar Dunia Games League 2020 Total Hadiah Rp1,6 M

Di sisi lain, Hans Pro Gaming mendapatkan peringkat tiga setelah mengalahkan Breakbeat Squad dengan skor 2-1.

predator league

Sedangkan Victim Rise berhasil menjadi perwakilan Indonesia untuk PUBG PC dengan menampilkan permainan mereka yang dominan. Secara keseluruhan, kesuksesan mereka merebut tiga kali chicken dinner membuatnya unggul jauh dari tim-tim lain.

Peringkat kedua diraih dari saudara Victim Rise yaitu Victim Reality dan disusul oleh SPACE. Tim bentukan YouTuber ternama Edho Zell di posisi ketiga. Tentunya, ini merupakan prestasi pertama yang cukup membanggakan di turnamen offline untuk tim yang umurnya masih belum sebulan.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*